Senin, 30 Maret 2009


DO'A KEMENANGAN


Ya ALLAH, berikn ketaqwaa kepada jiwa-jiwa kami dan sucika dia.
Engkaulah sebaik-baik yang mesucikan.
Engkau pencipta dan pelindungnya.

Ya ALLAH perbaiki hubungan antara kami.
Rukunkanlah antara kami.
Tunjuki kami jalan keselamatan.
Selamatkan kami dari kegelapan kepada terang.
Jadikan kumpulan kami jama'ah orang muda yang menghormati orang tua.
Dan jama'ah orang tua yang menyayangi orang muda.
Jangan Engkau tanamkan dihati kami kesombongan dan kekasaran terhadap sesama hamba beriman.
Bersihkan hati kami dari benih-benih perpecahan, penghianatn dan kedengkian.

Ya ALLAH, wahai yang memudahkan segala yang sukar.
Wahai yang menymbung segala yang patah.
wahai yang menemani segala yang tersendiri.
Wahai pengaman segala yang takut.
Wahai penguat segala yang lemah.
Mudah bagi-Mu memudahkan segala yang susah.
Wahai yang tiada memerlukan penjelasan dan penafsiran.
Hajat kami kepada-Mu amatlah banyak.
Engkau maha tahu dan maha melihat.

Ya ALLAH kami takut kepada-Mu.
Selamatkan kami dari semua yang tak takut kepada-Mu.
Jaga kami dengan mata-Mu yang tak pernah tidur.
Lidungi kami dengan perlindungan-Mu yang tak tertembus.
Kasihi kami dengan kudrat kuasa-Mu atas kami.
Jangan binasakan kami, karena Engkaulah harapan kami.
Musuh-musuh kami dan semua yang ingin mencelakai kami
Tak akan sampai kepada kam, langsung atau dengan perantara
Tiada kemampuan pada mereka untuk menyampaikan bencana kepada kami

Ya ALLAH, jangan kiranya Engkau cegahkan kami dari kebaikan yang ada pada-Mu karena kejahatan pada diri kami.

Ya ALLAH ampunan-Mu lebih luas dari dosa-dosa kami
Dan ramah kasih sayang-Mu lebih kami harapkan dari pada amal usaha kami sendiri

Ya ALLAH, jadikan kami kebanggaan dari hamba dan nabi-Mu Muhammad SAW dipadang mahsyar nanti.
Saat para rakyat kecewa dengan para pemimpin penipu yang memimpin dengan kejahilan dan hawa nafsu.
Saat para pemimpin cuci tangan dan berlari dari tanggung jawab.
Berikan kami pemimpin berhati lembut bagai nabi yang menangis dalam sujud malamnya tak henti menyebut kami, ummati ummati, umatku umatku.
Pemimpin bagai para khalifa yang rela mengorbankan semua kekayaan demi perjuangan .
Yang rela berlapar-lapar agar rakyatnya sejahtera.
Yang lebih takut bahaya maksiat daripada lenyapnya pangkat dan kekayaan.



Selasa, 24 Maret 2009


Jalan ini Tidak Mennjanjikan Kerugian


Abu SAid Al-Kudri Radhiyallahu anhu berkata :

" seorang yahudi masuk islam, lalu ia menjadi buta dan hartanya ludes. Ia pun pesimis kepada islam. Ia mendatangi Rasulullah dan berkata, "PECATLAH AKU"

Rasulullah SAW bersabda " Islam tidak bisa dipecat "

Orang yahudi itu berkata, " Aku tidak mendapatkan kebaikan diagamaku ini, mataku menjadi buta, kekayaanku habis dan anak-anakku meninggal dunia "

Rasulullah SAW bersabda:

" Wahai orang yahudi , sesungguhnya islam menyeleksi orang sebagai mana besi menyeleksi kotoran besi, emas dan perak. "

Wahai jiwa-jiwa yang kinidiliputi rasa khawatir, ketidak tenangan, kegelisahan yang mendalam. ada sebagianorang yang merasakan kehadirannya dijalan ini ternyata tak lebih hanya bagian dari satu kebodohan, dan kesia-siaan belaka. ketika apa yang mereka keluarkan tak sebanding dengan apa yang mereka dapatkan. mereka mulai merinci, menghitung apa-apa yang mereka keluarkan, lalu kemudian apa yang mereka peroleh setelahnya. ketahuilah sesungguhnya

" Barang siapa yang bertawakal kepada Allh,
maka sesungguhnya Allah maha perkasa lagi maha Bijaksana. "

Wahai jiwa-jiwa yang kini dalam kegundahan, apakah yang sedang kau risaukan ? manakala air mata yang menetes untuk jalan ini, adakah kau khawatir air mata ini akan menjadi kesia-siaan. Beristighfarlah maka sesungguhny Allah itu maha bijaksana. Tidak ada yang sia-sia didunia ini, wahai saudaraku ingatlah ketika sedari awal kita memulai perjalanan ini, subhanallah bukankah ridho Allah yang menjadi muara dari setiap harapan itu. Ataukah mungkin sesungguhnya kita tidak tahu mengapa kita berada di jalan ini, mungkinkah benar seperti itu?

wahai jiwa-jiwa yang kini dala kegundahan, sesungguhnya kita berada disini semata-mata karena Amar Ma'ruf Nahi Mungkar, maka yakinlah sesunguhnya ini adalah amalan mulia bagi kita ,demi kemenangan tegaknya islam dimuka bumi ini. karena janji Allah telah tertulis, bahwa islam akan berjaya berdiri kokoh dimuka bumi ini,bersama mukmin tangguh yang memperjuangkannya. dan bukankah kita memnginginkan kita menjadi salah seorang yang termasuk dalam barisan orang-orang mukmin itu.? karena itulah inilah saatnya kita mulai sedari sekarang melanjutkan perjalanan ini dengan tanpa kesangsian, akan apa-apa segala duri yang ada dijalan ini.

wahai saudaraku , karena sesungguhnya bagi kaum mukmin dunia dakwah dan jihad takpernah menjanjikan kerugian atau kesia-siaan, yang ada sesunguhnya hanya anugrah dan senantiasa keberuntungan. mera hanya menanti, MENANG ATAS MUSUH-MUSUH ISLAM DAN BERJAYA, ATAU SYAHID DAN MASUK SURGA. Mereka menyadari bahwa kerja dakwah dan jihad merupakan milik sebuah kekuatan maha dahsyat, dari itulah semata-mata mereka bertawakal.

" Dakwah itu indah, persoalannya terletak pada bagaimana kita menikmatinya. Jangan bermimpi dengan sekali ajakan kita bisa menginsyafkan banyak orang. Satu orang saja pun sudah merupakan kebaikan yang tak terhingga. dan jangan pula bermimpi bahwa perubahan pada satu orang itu akan terjadi secara sekaligus. perbaikan dalam satu hal sajapun adalah merupakan kebaikan yang indah. "


By.syifa ambiya
17 februari 2009

Sabtu, 07 Maret 2009

ketika Kekuasan Menjadi perebutan Tampuk Kepemimpinan

Setiap manusia mempunyai nafsu, hasrat, keinginan dan ego yang tinggi. setiap manusia pula berusaha untuk mewujudkan keinginannya. Tak jarang ketika keinginan itu terasa sulit untuk direalisasikan, maka segala cara dilakukan demi mengedepankan keinginannya.

kekuasaan, ya itu adalah hal terpenting yang dibutuhkan ketika seseorang ingin keinginannya tersebut mudah terwujud, dengan kekuasaan seseorang bisa dngan mudah mengatur segalanya. Maka dari itu ada sebagian orang berfikir untuk memperoleh kekuasaan "Tampuk Kepemimpinanlah" yang menjadi faktor terpenting agar seseorang bisa berkuasa. berkuasa dan menguasai tiap-tiap orang yang ada dibawahnya, dem memenuhi kepentingan pribadinya. Wallahu A'lam kita tak pernah tau pasti apa yamg mereka kejar.

sebagai seseorang yang telah mengikrarkan hidup kita dijalan Allah, yang menjadikan Rasulullah sewbagai uswah kita hingga akhir Zaman. Subhanallah tak jarang kita sering berhadapan dengan orang-orang seperti ini. bukan masalah bagi kita siapapun nanti yang akan jadi pemimpin kita. Tapi yang terpenting adalah, orang yang memimpin kita adalah orang islam yang komit kepada aqidah islam, bukan kepada kepentingan pribadi. karena dalam pandangan islam, hanya orang yang terikat dengan aqidah islam yang akan benar-benar mampu memberikan solusi bagi segala kemelutyang tengah terjadi dinegeri tercinta ini. Orang-orang semacam ini punya rasa tanggung jawab yang tidak tanggung-tanggung. Karena ia merasa bertanggung jawab kepada Allah. segala yang ia lakukan dan korbankan dalam membangun negeri ini "Perhitungannya" dengan Allah bukan dengan Manusia.

Tapi bagai mana dengan orang-orang yang komitmennya bukan kepada aqidah islam. bukan ridho Allah tujuan mereka. Bayangkan ..... jalan yang mereka tempuh untuk sampai pada puncak kepemimpinan adalah jalan picik, jalan yang jauh dari besih. Inalillahi Waina lillahi raji'un, astaghfirullah hal azim, terkadang mereka salah atau tidak sengaja melakukan kesalahan, tetapi mereka terlalu pengecut mengakui kesalahan itu didepan banyak orang didepan rival mereka. Alih-alih mengakui mengakui kesalahan sendiri, mereka malah mencari-cari kesalahan dan kekurngan orang lain , menjatuhkan rivalnya. maka pertanyaan besar untuk kita semua, akankah kita siap dengan kondisi pemimpin yang seperti ini.

Untuk jiwa-jiwa yang telah Allah anugrahkan nikmat-nikmat kepemimpinan. .........


(By Syifa Ambiya )
baturaja, 17-02-09




Sabtu, 31 Januari 2009

inikah aku

Dimanakah Aku.......
Ketika kemaksiatan
merajalela di hadapanku
Ketika minoritas diinjak-injak manusia dzalim
Ketika keadilan dipermainkan
Ketika dendam mengalahkan indahnya ukhuwa

Aku dimana..........
saat seharusnya kukatakan aku salah
Saat kuharus mengatakan itu salah...


Aku Takut..........
apakah aku takut ,takut mereka tau bahwa aku salah
Apakah aku takut , takut dengan mereka yang berkuasa....?
Aku takut karna aku tak punya kuasa diantara mereka
Ya...... aku takut dengan sebuah penderitaan
Aku takut mati.....


lalu.........
inilah aku.....
kubiarkan saudara-saudara ku tersiksa
kubiarkan mereka bersimbah air mata
Kubiarkan mereka menahan perih, luka berdarah-darah

Apakah aku seperti ini.....?
Dan kuputuskan lebih baik aku diam
Disaat seharusnya ku katakan sebuah kejujuran
Aku berlalu, kuputuskan tuk pura-pura tak melihatnya
Padahal seharusnya, aku tetap disana
Menghentikan kedzaliman mereka
Untuk aku yang kini tlah mati rasa...

By. syifa Ambiya

Rabu, 29 Oktober 2008

Assalamu'alaikum

selamat datang di blog ana...
semoga memberikan manfaat bagi antum antuna...
semoga gak ngebosenin....